Image By Freepik

Keutamaan Puasa Asyura Dan Niat Puasa Asyura 18-19 Agustus

Puasa Asyura (baca Puasa Asuro) adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 bulan Muharram. Hukumnya adalah sunnah Mu’akkada, sunnah yang sangat dianjurkan.

Kita tahu bahwa puasa Asyura adalah ibadah yang diperintahkan Nabi kepada umat Islam untuk dilakukan.

Tapi, terlepas dari kenyataan bahwa ini adalah perintah, puasa Ashura memiliki banyak keuntungan, antara lain

Puasa paling afdhol setelah puasa di bulan Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda: “Yang paling baik setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan  Muharram” Riwayat (H.R. Muslim).

Belum pernah Rasulullah mencita-citakan puasa lebih dari puasa Asyura dan puasa Ramadhan.
Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas ra. yang berkata: “Saya belum pernah melihat Nabi begitu penuh perhatian dan sadar puasa, yang lebih penting daripada puasa pada hari Asyura dan puasa di bulan Ramadhan.”

Setahun yang lalu, Tuhan mengampuni dosa hamba-Nya
Pahala bagi orang yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram, sebagaimana Nabi bersabda: “Puasa (pada) hari Asyura, aku berharap Allah mengampuni dosa setahun yang lalu” (HR Muslim) .

Inilah Tujuan Puasa Tasua dan Asyura

Adapun ibadah puasa Tasu’a dan Asyura dimulai dengan niat. Niat sangat penting dalam setiap ritual ibadah.

Sebab ibadah semua tergantung dari niatnya. Berikut bacaan niat puasa Tasu’a dan Asyura sebagai berikut.

Bacaan niat puasa Tasu’a
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.

Artinya, “Saya berniat puasa sunnah Tasu‘a besok hari karena Allah Swt.”

Bacaan niat puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.

Baca Juga :  Langkah Mudah Pakai PDF Word Converter

Artinya, “Saya berniat puasa sunnah Asyura besok hari karena Allah Swt.”

Mengetahui bagaimana niat puasa, Tasu’a dan Asyura, dan segala ilmu yang berhubungan dengan ibadah ini, kami berharap dapat menambah keseriusan dalam hidupnya. Memperkaya ilmu sebelum beribadah tentunya akan memiliki nilai yang berbeda-beda.

Setelah Nabi memerintahkan umat Islam untuk menjalankan puasa Asyur, para sahabat memiliki pertanyaan, seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas kepada RA,

“Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang dimuliakan oleh orang Yahudi dan Nasrani.”

Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Jika tahun itu telah datang, Insya Allah, kami juga akan menjalankan puasa pada tanggal 9 bulan Muharram” (H.R. Muslim, ath-Thabari, dan al-Baihaqi).

Namun, belum sempat mengerjakan puasa Tasu’a itu, ternyata Rasulullah saw. sudah lebih dahulu meninggal. Meskipun Rasulullah tidak punya waktu untuk menjalankan puasa Tasu’a, sebagian besar ulama sepakat bahwa mengerjakan puasa Tasu’a sebelum puasa Asyura akan lebih disempurnakan ibadahnya dibandingkan jika hanya mengerjakan puasa Asyura saja.

Walaupun ada juga yang membolehkan mengerjakan pada Asyura saja namun nilai ibadahnya menjadi kurang afdhol jika hanya mengerjakan puasa Tasu’a.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *